DutaMovie: mesin waktu film, 155 cerita disusun menurut zaman terjadinya

Tiap film punya dua tahun: tahun ia dibuat dan tahun ceritanya terjadi. Di sini 155 film disusun menurut yang kedua, pada satu garis waktu dari abad keenam belas sampai tahun 2020-an, dengan satu rak khusus untuk cerita di luar kalender. Tahun ceritanya tercap di sudut tiap poster.

Garis waktu: mau ke zaman mana?

< 1900Sebelum tahun 1900

Lihat semua (7)

1900–49Tahun 1900 sampai 1949

Lihat semua (10)

1950–79Tahun 1950 sampai 1979

Lihat semua (7)

1980-anTahun delapan puluhan

Lihat semua (8)

1990-anTahun sembilan puluhan

Lihat semua (15)

2000–04Tahun 2000 sampai 2004

Lihat semua (8)

2005–09Tahun 2005 sampai 2009

Lihat semua (14)

2010–14Tahun 2010 sampai 2014

Lihat semua (10)

2015–19Tahun 2015 sampai 2019 di Indonesia

Lihat semua (15)

2015–19Tahun 2015 sampai 2019 di dunia

Lihat semua (16)

2020-anTahun 2020-an di Indonesia

Lihat semua (15)

2020-anTahun 2020-an di dunia

Lihat semua (24)

∞Di luar kalender

Lihat semua (6)

★Semua film masa lampau

Lihat semua (24)

★Semua film berlatar masa lalu

Lihat semua (39)

Panduan DutaMovie

DutaMovie: mesin waktu film, 155 cerita disusun menurut zaman terjadinya

Setiap film menyimpan dua tahun. Yang pertama tercetak di poster: tahun film itu dibuat. Yang kedua tersembunyi di dalam ceritanya: tahun ketika peristiwanya berlangsung. Sebuah film buatan 2019 bisa membawa Anda ke Alaska tahun 1925, ke Bandung tahun 1990, atau ke Surabaya menjelang abad kedua puluh.

DutaMovie menyusun katalognya menurut tahun yang kedua itu. Sebanyak 155 film ditempatkan pada satu garis waktu dengan tiga belas perhentian, dari masa sebelum tahun 1900 sampai tahun 2020-an, ditambah satu perhentian khusus bagi cerita yang berlangsung di luar kalender. Tiap film berada di tepat satu perhentian.

Di sudut tiap poster ada cap kecil berwarna tembaga bertulisan "cerita" dan sebuah tahun. Itulah tahun tujuan Anda. Pilih zaman, tekan poster, dan mesin waktu berangkat.

Mengapa memilih film dari zamannya

Zaman cerita menentukan hampir semua yang terlihat dan terdengar di layar: pakaian, kendaraan, cara orang berbicara, lagu di radio, bahkan cara dua orang saling menghubungi. Kisah cinta dengan surat berbeda rasanya dari kisah cinta dengan pesan singkat. Petualangan dengan peta kertas berbeda dari petualangan dengan satelit.

Penonton sering mencari suasana zaman secara tersirat. "Saya rindu suasana sembilan puluhan." "Saya suka film berkostum." "Saya ingin sesuatu yang sekarang, yang terasa seperti hidup saya." Garis waktu menjawab ketiga permintaan itu dengan satu tekan.

Ada pula manfaat belajar. Film berlatar masa lalu memberi wajah pada angka tahun di buku sejarah, dan film masa kini kelak menjadi dokumen tentang zaman kita. Uraian gagasannya ada di Mesin waktu film.

Cara tahun cerita ditentukan

Aturannya sederhana. Bila sebuah film berlatar masa yang lebih awal daripada tahun pembuatannya, kami mencatat tahun ketika sebagian besar ceritanya berlangsung. Tiga puluh sembilan film masuk golongan ini, dan capnya diberi tanda kira-kira, misalnya "± 1925".

Bila sebuah film berlatar masa ketika ia dibuat, tahun ceritanya sama dengan tahun rilisnya. Seratus sepuluh film masuk golongan ini, dan capnya berupa angka tahun biasa. Enam film sisanya berlangsung di dunia rekaan atau masa depan jauh, dan capnya berupa lambang lingkaran kembar, ∞.

Untuk cerita yang merentang puluhan tahun, kami memilih masa yang paling lama mengisi layar. Perbedaan antara dua tahun itu dibahas di Tahun cerita dan tahun buat.

Garis waktu di beranda

Di bawah judul halaman terbentang garis waktu dengan tiga belas titik. Tiap titik memuat nama zaman, keterangan singkat, dan jumlah filmnya. Dari kiri ke kanan: tiga titik masa lampau, empat titik masa kenangan, tiga titik kemarin, dua titik kini, dan satu titik di luar kalender.

Tekan sebuah titik dan halaman bergulir ke baris poster zaman itu. Tiap baris menampilkan enam film yang paling dikenal, dengan tombol "Lihat semua" untuk membuka rak lengkapnya. Di bawah tiga belas baris ada dua daftar gabungan, lalu panduan yang sedang Anda baca.

Bagi pengunjung baru, langkah-langkah pertama dirangkum di Mulai di DutaMovie.

Perhentian 01: sebelum tahun 1900

Tujuh film, tiga di antaranya film Indonesia. Inilah perhentian paling jauh, dan yang terjauh dari semuanya adalah Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, berlatar Nusantara abad keenam belas. Jarak antara tahun cerita dan tahun pembuatannya kira-kira 468 tahun, terlebar di seluruh katalog.

Enam film lainnya berkumpul di abad kesembilan belas. Dolittle dan Alice in Wonderland berlatar Inggris zaman Ratu Victoria, dengan kereta kuda, gaun lebar, dan topi tinggi. The Jungle Book berlatar rimba India masa kolonial. Tesla mengikuti sang penemu ketika listrik baru mulai menerangi kota-kota.

Dua film Indonesia menutup abad itu. Kartini berlatar Jepara sekitar tahun 1895, di balik dinding pingitan seorang putri bupati. Bumi Manusia berlatar Surabaya tahun 1898, ketika seorang pelajar pribumi jatuh cinta dan mulai menulis. Film terakhir ini memimpin perhentian dengan rating 7,1.

Rata-rata rating perhentian ini 6,52, terendah di garis waktu. Film berkostum mahal dibuat dan sulit dijaga iramanya, tetapi bagi penyuka sejarah, tujuh film ini adalah jendela yang berharga.

Perhentian 02: tahun 1900 sampai 1949

Sepuluh film dengan rata-rata rating 7,14 dan rata-rata durasi 124 menit, terpanjang di garis waktu. Setengah abad ini mencakup dua perang dunia, dan beberapa filmnya membawa bayangan itu.

Mary Poppins berlatar London tahun 1910, dan lanjutannya, Mary Poppins Returns, melompat ke pertengahan tiga puluhan, masa krisis ekonomi. Jungle Cruise berlatar tahun 1916 di sungai Amazon. Dumbo berlatar sirkus keliling tahun 1919, tepat sesudah Perang Dunia Pertama.

Togo memimpin perhentian dengan rating 8,1: Alaska, musim dingin 1925, dan sebuah kota yang menunggu serum. Hugo berlatar stasiun Paris tahun 1931. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck berlatar Hindia Belanda pertengahan tiga puluhan, dengan surat-surat panjang dan aturan adat yang keras.

Tiga film terakhir berlatar tahun empat puluhan: The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader, yang bermula di Inggris masa perang, Tucker: The Man and His Dream, tentang mobil impian sesudah perang, dan Christopher Robin, di London yang sedang membangun kembali.

Perhentian 03: tahun 1950 sampai 1979

Tujuh film dengan rata-rata rating 7,34, tertinggi kedua di garis waktu. Tiga dasawarsa ini melahirkan musik baru, perusahaan raksasa, dan gerakan mahasiswa.

Flipped memimpin dengan rating 8,0. Ceritanya berlangsung di pinggiran kota Amerika sekitar tahun 1960, dengan sepeda, pohon besar, dan telur ayam yang dijual ke tetangga. A Beautiful Mind mengikuti seorang matematikawan muda di kampus tahun lima puluhan. The Founder dimulai tahun 1954 di sebuah kedai burger.

Elvis merentang dari lima puluhan sampai tujuh puluhan dan memperlihatkan lahirnya budaya remaja. Belfast berlatar tahun 1969, dari mata seorang bocah sembilan tahun.

Dua film Indonesia melengkapi perhentian ini. Gie berlatar Jakarta tahun enam puluhan, dengan rapat mahasiswa dan mesin tik. Laskar Pelangi berlatar Belitung pertengahan tujuh puluhan, dengan sepeda ontel dan kapur tulis. Ketiga perhentian masa lampau dirangkum di Masa lampau.

Perhentian 04: tahun delapan puluhan

Delapan film dengan rata-rata rating 7,33. Perhentian ini istimewa karena separuh filmnya dibuat pada dasawarsa itu sendiri, dan separuh lagi adalah kenangan yang dibuat puluhan tahun kemudian.

Empat film asli zamannya adalah The Breakfast Club, Ferris Bueller's Day Off, Rain Man, dan Big. Di dalamnya, delapan puluhan tampil apa adanya: jaket lebar, telepon umum, dan mesin permainan di pusat perbelanjaan. Pembuatnya merekam masa kini mereka, dan kita menontonnya sebagai masa lalu.

Empat film lainnya memandang ke belakang. Sing Street, berating 7,9, menghidupkan Dublin tahun 1985 dengan klip musik dan riasan mata. Blinded by the Light berlatar kota industri Inggris tahun 1987. Dari Indonesia, Sang Pemimpi dan Negeri 5 Menara sama-sama berlatar akhir delapan puluhan: yang satu di pelabuhan Belitung, yang lain di pesantren Jawa Timur.

Menonton kedua jenis itu berurutan adalah pengalaman menarik. Film asli zamannya terasa santai tentang detail. Film kenangan terasa penuh kasih pada tiap kaset dan poster di dinding.

Perhentian 05: tahun sembilan puluhan

Lima belas film dengan rata-rata rating 7,29. Tiga di antaranya mencatat 8,0: Jurassic Park, Before Sunrise, dan Bebas. Seperti delapan puluhan, perhentian ini memadukan dua jenis film: delapan dibuat pada dasawarsa itu, tujuh dibuat kemudian sebagai kenangan.

Yang asli zamannya adalah Home Alone 2: Lost in New York, Jurassic Park, Groundhog Day, Jumanji, Before Sunrise, Liar Liar, You've Got Mail, dan Notting Hill. Perhatikan benda-bendanya: kamera film, telepon berkabel, dan bunyi modem ketika dua tokoh saling berkirim surel untuk pertama kalinya.

Yang berupa kenangan adalah Dilan 1990 dan Dilan 1991, dengan telepon koin dan motor tua di Bandung. Bebas menghidupkan Jakarta tahun 1996 lewat seragam, kaset, dan lagu pop Indonesia. tick, tick... BOOM! berlatar New York tahun 1990.

Tiga kisah nyata melengkapi: King Richard di lapangan tenis awal sembilan puluhan, American Underdog di lorong toko swalayan akhir dasawarsa, dan Dog Gone di jalur pendakian tahun 1998. Bagi yang tumbuh pada masa itu, perhentian ini adalah album foto yang bergerak.

Perhentian 06: tahun 2000 sampai 2004

Delapan film dengan rata-rata rating 7,12. Lima tahun pertama milenium baru: ponsel mulai masuk saku, tetapi orang masih berjanji bertemu dan memegang janji itu sampai tiba.

Dua film Indonesia membuka perhentian ini dan sekaligus membuka kembali pintu bioskop bagi film nasional: Petualangan Sherina tahun 2000, yang memimpin dengan rating 7,9, dan Ada Apa dengan Cinta? tahun 2002. Majalah dinding, buku puisi, dan bandara tempat dua remaja berpisah menjadi kenangan satu generasi.

Dua kisah nyata berlatar di sini walau dibuat belakangan. Moneyball mengikuti musim bisbol 2002, dan The Social Network mengikuti kamar asrama tahun 2004, ketika sebuah situs jejaring lahir. Keduanya merekam saat dunia mulai diatur oleh angka dan layar.

Before Sunset, Elf, Christmas with the Kranks, dan The Prince & Me melengkapi perhentian dengan suasana awal 2000-an yang hangat.

Perhentian 07: tahun 2005 sampai 2009

Empat belas film, seluruhnya dibuat pada masa itu. Rata-rata ratingnya 6,66. Inilah masa terakhir sebelum ponsel pintar mengubah cara orang bertemu, tersesat, dan menunggu.

Hachi: A Dog's Tale memimpin dengan rating 8,0, disusul Little Miss Sunshine dengan 7,7 dan Marley & Me dengan 7,2. Di The Holiday, dua perempuan bertukar rumah lewat situs web dengan komputer meja. Di Mamma Mia!, undangan pernikahan masih dikirim lewat pos.

Dari Indonesia ada Janji Joni dan Catatan Akhir Sekolah, keduanya tahun 2005. Yang pertama merekam masa ketika film masih diantar dalam kaleng rol dari bioskop ke bioskop. Yang kedua merekam kamera video genggam dan kehidupan sekolah sebelum media sosial.

Sisanya adalah komedi dan film liburan: High School Musical, Music and Lyrics, Are We Done Yet?, This Christmas, Four Christmases, 17 Again, dan Bride Wars. Keempat perhentian masa kenangan dirangkum di Masa kenangan.

Perhentian 08: tahun 2010 sampai 2014

Sepuluh film dengan rata-rata rating 6,68. Ponsel pintar mulai muncul di tangan para tokoh, dan media sosial mulai menjadi bagian cerita.

The Secret Life of Walter Mitty memimpin dengan 7,2: kisah seorang pegawai majalah cetak pada edisi terakhirnya, sebuah perpisahan dengan zaman kertas. Chef, berating 7,1, adalah film pertama di garis waktu ini yang alurnya digerakkan sebuah cuitan. Paddington mencatat 7,1 di London tahun 2014.

Dari Indonesia ada 5 cm tahun 2012, yang membuat pendakian gunung menjadi kegemaran anak muda. Dua kisah nyata berlatar di sini: Fisherman's Friends, sekitar tahun 2010, dan Home Team, tahun 2012.

We Bought a Zoo, Mr. Popper's Penguins, Night at the Museum: Secret of the Tomb, dan Valentine's Day melengkapi sepuluh judul.

Perhentian 09: tahun 2015 sampai 2019 di Indonesia

Lima belas film Indonesia dengan rata-rata rating 7,09. Lima tahun ini adalah masa bangkitnya komedi keluarga dan film adaptasi di bioskop kita, dan jumlah penonton film nasional naik pesat.

Keluarga Cemara memimpin dengan rating 8,0, disusul Susah Sinyal dengan 7,7, lalu Milly & Mamet dan Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan dengan 7,6. Cek Toko Sebelah dan Sweet 20 mencatat 7,5.

Film-film ini merekam Indonesia pada masanya dengan teliti: kedai kopi yang menjamur dalam Filosofi Kopi, toko kelontong keluarga di tengah kota, dan pusat perbelanjaan yang menjadi tempat berkumpul. Ada Apa Dengan Cinta? 2 bahkan menjadikan perjalanan wisata ke Yogyakarta sebagai bagian cerita.

My Stupid Boss, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1, Critical Eleven, Aruna & Lidahnya, Gundala, Orang Kaya Baru, dan Terlalu Tampan melengkapi rak. Dua puluh tahun lagi, film-film ini akan ditonton seperti kita menonton film sembilan puluhan hari ini.

Perhentian 10: tahun 2015 sampai 2019 di dunia

Enam belas film dari mancanegara dengan rata-rata rating 7,18. Tiga di antaranya mencatat 8,0 atau lebih: Wonder dan The Art of Racing in the Rain dengan 8,1, serta Lion dengan 8,0.

Lion adalah kasus menarik bagi garis waktu. Paruh pertamanya berlatar India tahun 1986, paruh keduanya Australia tahun 2012. Kami menempatkannya menurut tahun rilis, karena pencarian yang menjadi jantung ceritanya dilakukan dengan peta satelit, teknologi masa kini.

To All the Boys I've Loved Before dan Crazy Rich Asians, keduanya tahun 2018, memperlihatkan pesan singkat dan media sosial sebagai penggerak cerita: kabar menyebar dalam hitungan detik. Hunt for the Wilderpeople dan The Peanut Butter Falcon sengaja menjauh dari layar ke hutan dan rawa.

Sisanya: A Dog's Purpose, Pitch Perfect 2, Pitch Perfect 3, Middle School: The Worst Years of My Life, Uncle Drew, Christmas at the Palace, Jumanji: The Next Level, Dora and the Lost City of Gold, dan Back of the Net. Ketiga perhentian kemarin dan dua perhentian kini dirangkum di Kemarin dan kini.

Perhentian 11: tahun 2020-an di Indonesia

Lima belas film Indonesia dengan rata-rata rating 7,53, tertinggi di seluruh garis waktu. Lima di antaranya mencatat 8,0 atau lebih. Bila ada zaman keemasan dalam katalog ini, inilah dia, dan kita sedang hidup di dalamnya.

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film memimpin dengan 8,8, disusul 1 Kakak 7 Ponakan dengan 8,4 dan Home Sweet Loan dengan 8,1. Ngeri-Ngeri Sedap dan Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti mencatat 8,0. Cek Toko Sebelah 2 dan Surat untuk Masa Mudaku mencatat 7,9.

Film-film ini berbicara tentang persoalan hari ini: harga rumah, generasi yang menanggung orang tua dan adik sekaligus, anak rantau yang jarang pulang, dan berdamai dengan masa lalu. Cap tahunnya sama dengan tahun di kalender kita, dan itulah kekuatannya.

Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini, A Perfect Fit, Ali & Ratu Ratu Queens, June & Kopi, Geez & Ann, Sri Asih, Petualangan Sherina 2, dan Sore: Istri Dari Masa Depan melengkapi rak. Film terakhir bermain-main dengan waktu, tetapi kehidupan yang diperlihatkannya adalah masa kini.

Perhentian 12: tahun 2020-an di dunia

Rak terbesar: 24 film, dengan rata-rata rating 6,64. Sebagian besar dibuat untuk layanan streaming dan berlatar persis pada tahun rilisnya.

Voicemails for Isabelle memimpin dengan 8,3 dan The Love Hypothesis dengan 8,2, keduanya tahun 2026. CODA mencatat 7,9, Words on Bathroom Walls dan F1 mencatat 7,8. Upgraded mencatat 7,2.

Benda zaman ini mudah dikenali: panggilan video, pesan suara, aplikasi kencan, dan kerja jarak jauh. Dalam Your Place or Mine, dua sahabat lama menjaga hubungan lewat layar. Dalam Choose Love, penonton sendiri memilih arah cerita dengan tombol, sesuatu yang mustahil dilakukan di bioskop lama.

Judul lainnya: Limbo, Flora and Son, The Life List, Goodbye June, The Map That Leads to You, The Wrong Paris, The Last Sunrise, Find Me Falling, La Dolce Villa, Irish Wish, Picture This, Hello, Goodbye, and Everything in Between, Candy Cane Lane, Oh. What. Fun., Too Close for Christmas, dan Home Sweet Home Alone.

Perhentian 13: di luar kalender

Enam film yang tahunnya mustahil ditentukan, karena ceritanya berlangsung di dunia dengan penanggalan sendiri. Rata-rata ratingnya 7,08, dan capnya berupa lambang ∞.

The Hobbit: The Desolation of Smaug berlangsung di Dunia Tengah, pada zaman yang hanya dikenal para peri. The Golden Compass berlangsung di dunia sejajar yang mirip milik kita, dengan kapal udara dan beruang berbaju zirah. Star Trek Beyond berlangsung berabad-abad di depan.

Charlie and the Chocolate Factory berlangsung di kota yang nama dan tahunnya dirahasiakan, tempat pabrik ajaib berdiri di ujung jalan. Slumberland berlangsung di negeri mimpi, dan Jumbo, film animasi Indonesia berating 7,7, di sebuah kampung dongeng yang terasa akrab.

Perhentian ini adalah pengingat bahwa mesin waktu terbaik bisa juga pergi ke samping: keluar dari kalender sama sekali. Penjelasannya ada di Di luar kalender.

Garis waktu dalam angka

Dari 155 film, 110 berlatar pada tahun pembuatannya, 39 berlatar masa yang lebih awal, dan 6 berlangsung di luar kalender. Dengan kata lain, satu dari empat film di katalog ini adalah perjalanan ke masa lalu.

Perhentian terbesar adalah tahun 2020-an di dunia dengan 24 film, disusul 2015 sampai 2019 di dunia dengan 16 film. Tiga perhentian sama-sama memuat 15 film: sembilan puluhan dan dua rak Indonesia. Perhentian terkecil, selain rak di luar kalender, adalah sebelum 1900 dan 1950 sampai 1979, masing-masing tujuh film.

Bila tiga perhentian masa lampau digabung, hasilnya 24 film berdurasi 2.934 menit, hampir 49 jam di masa sebelum tahun 1980. Seluruh 39 film berlatar masa lalu berdurasi 4.675 menit, atau 77 jam 55 menit dalam mesin waktu.

Zaman mana yang paling memuaskan

Menurut rata-rata rating, juaranya adalah masa kini di negeri sendiri: tahun 2020-an di Indonesia dengan 7,53. Di belakangnya ada tiga perhentian yang berdekatan: 1950 sampai 1979 dengan 7,34, delapan puluhan dengan 7,33, dan sembilan puluhan dengan 7,29.

Di ujung lain ada sebelum 1900 dengan 6,52, tahun 2020-an di dunia dengan 6,64, 2005 sampai 2009 dengan 6,66, dan 2010 sampai 2014 dengan 6,68.

Polanya menarik. Zaman yang dikenang, dari lima puluhan sampai sembilan puluhan, mendapat nilai tinggi, sebagian karena hanya film terbaiknya yang bertahan dalam ingatan, dan sebagian karena film kenangan dibuat dengan kasih sayang. Seluruh 39 film berlatar masa lalu mencatat rata-rata 7,08, sedikit di atas rata-rata katalog yang 7,03.

Tujuh belas film berating 8,0 ke atas tersebar begini: lima di 2020-an Indonesia, tiga di sembilan puluhan, tiga di 2015 sampai 2019 dunia, dua di 2020-an dunia, dan masing-masing satu di empat perhentian lain. Tiap zaman punya permatanya.

Zaman dan durasi

Makin jauh ke belakang, makin panjang filmnya. Tiga perhentian masa lampau mencatat rata-rata 120, 124, dan 122 menit. Perhentian delapan puluhan dan sembilan puluhan sama-sama 113 menit. Perhentian 2005 sampai 2009 hanya 103 menit, dan 2015 sampai 2019 di dunia 104 menit.

Alasannya masuk akal. Film berlatar masa lalu harus lebih dulu membangun dunianya: memperkenalkan aturan, pakaian, dan cara hidup yang asing bagi penonton. Film masa kini bisa langsung mulai, karena penonton sudah tinggal di dunianya.

Film terpanjang di garis waktu adalah Bumi Manusia dengan 181 menit, berlatar 1898. Yang tersingkat adalah Before Sunset dengan 80 menit, berlatar satu sore tahun 2004 dan berlangsung hampir sepanjang waktu sesungguhnya.

Lompatan terjauh dan terdekat

Jarak antara tahun buat dan tahun cerita adalah ukuran seberapa jauh mesin waktu bekerja. Lompatan terjauh adalah Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, sekitar 468 tahun. Sesudahnya Dolittle dengan sekitar 170 tahun, Alice in Wonderland dengan 140 tahun, dan Tesla dengan 130 tahun.

Di antara film Indonesia, Kartini melompat 122 tahun, Bumi Manusia 121 tahun, dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck 78 tahun. Togo melompat 94 tahun untuk sampai ke Alaska.

Lompatan terdekat juga menarik. The Social Network dibuat hanya enam tahun setelah peristiwanya, dan Moneyball sembilan tahun. Keduanya merekam sejarah yang masih hangat, ketika tokoh-tokoh aslinya masih muda dan masih bekerja.

Di tengah-tengah ada lompatan satu generasi, dua puluh sampai tiga puluh tahun: Dilan 1990, Bebas, Sing Street, Negeri 5 Menara. Inilah jarak kenangan: cukup jauh untuk dirindukan, cukup dekat untuk diingat pembuatnya sendiri.

Indonesia di garis waktu

Empat puluh tujuh film Indonesia hadir di sebelas dari tiga belas perhentian. Tiga puluh berlatar antara 2015 dan sekarang. Sebelas berlatar masa lalu, dan lima berlatar tahun pembuatannya antara 2000 dan 2012. Satu, Jumbo, berada di luar kalender.

Bila sebelas film berlatar masa lalu itu diurutkan, kita mendapat pelajaran sejarah dalam gambar. Abad keenam belas dalam dunia persilatan. Jepara tahun 1895 dan Surabaya tahun 1898. Ranah Minang dan Batavia tahun tiga puluhan. Jakarta tahun enam puluhan. Belitung tahun tujuh puluhan dan delapan puluhan. Pesantren Jawa Timur akhir delapan puluhan. Bandung tahun 1990 dan Jakarta tahun 1996.

Ada celah yang kentara: masa pendudukan dan revolusi tahun empat puluhan masih menunggu wakilnya di katalog ini, demikian pula tahun lima puluhan. Perfilman kita punya film-film tentang masa itu, dan garis waktu ini akan menyambutnya bila katalog bertumbuh.

Cap tahun di sudut poster

Tiap poster di DutaMovie membawa dua tanda. Di sudut kanan atas ada bintang kuning dengan rating penonton. Di sudut kiri bawah ada cap tembaga bertulisan "cerita" dan sebuah tahun.

Cap itu punya tiga bentuk. Angka biasa, misalnya 2019, berarti film berlatar tahun pembuatannya. Angka dengan tanda kira-kira, misalnya ± 1925, berarti film berlatar masa lalu dan tahunnya merupakan perkiraan redaksi atas masa yang paling lama mengisi layar. Lambang ∞ berarti cerita berlangsung di luar kalender. Satu film memakai tulisan "Abad ke-16". Penjelasannya ada di Cap tahun.

Halaman film dan tombol Tonton sekarang

Tekan poster untuk membuka halaman film: judul, tahun pembuatan, durasi, rating, genre, sinopsis berbahasa Indonesia, pemeran utama, dan sutradara. Dari sana Anda juga dapat menyimpan film ke Daftar Saya.

DutaMovie adalah panduan: tugasnya mengenalkan film dan menunjukkan jalannya. Di bagian "Tempat menonton" ada daftar negara dan tombol Tonton sekarang. Pilih negara Anda, tekan tombolnya, dan halaman judul itu terbuka di JustWatch dengan layanan langganan, sewa, beli, dan gratis yang menyediakannya. Soal bahasa dan teks terjemahan ada di Bahasa dan subtitle.

Pencarian, Daftar Saya, dan ponsel

Kotak pencarian di bilah atas menerima judul, nama pemeran, nama sutradara, dan tahun pembuatan. Hasilnya tampil dengan cap tahun cerita yang sama. Caranya ada di Pencarian.

Daftar Saya menyimpan pilihan Anda di peramban. Gunakan sebagai buku perjalanan: simpan satu film dari tiap perhentian, dan Anda punya tiket lintas zaman. Petunjuknya ada di Panduan Daftar Saya. Di ponsel, garis waktu tersusun tiga kolom dan poster dua kolom. Lihat DutaMovie di ponsel.

Kostum dan benda zaman

Kesenangan terbesar film berlatar masa lalu ada pada bendanya. Perhatikan apa yang dipegang para tokoh, dan Anda bisa menebak tahunnya sebelum melihat cap.

Pena bulu dan lampu minyak: Kartini. Kapal uap dan telegram: Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Mesin tik dan pamflet stensilan: Gie. Radio transistor dan sepeda ontel: Laskar Pelangi. Kaset dan pemutar musik saku: Sing Street dan Bebas. Telepon koin: Dilan 1990.

Lalu benda-benda itu berganti makin cepat. Modem berbunyi dalam You've Got Mail. Ponsel lipat muncul di awal 2000-an. Layar sentuh hadir sekitar 2010. Dan dalam film 2020-an, panggilan video sudah sebiasa mengetuk pintu. Daftar benda per zaman ada di Kostum dan benda zaman.

Film dengan dua zaman

Sebagian film berlangsung di dua masa sekaligus, dan penempatannya perlu dijelaskan. Bebas berpindah-pindah antara 1996 dan 2019. Kami menaruhnya di sembilan puluhan, karena masa sekolah itulah yang menjadi jiwa filmnya.

Lion terbagi antara 1986 dan 2012, dan kami menaruhnya menurut tahun rilis, karena pencariannya bergantung pada teknologi masa kini. A Beautiful Mind merentang dari 1947 sampai 1994, dan kami memilih lima puluhan, masa ketika tokohnya paling lama kita ikuti. Elvis merentang tiga dasawarsa dan ditaruh di tengahnya.

Jumanji dibuka tahun 1969 lalu melompat ke 1995, tahun yang mengisi hampir seluruh film. The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader bermula di Inggris masa perang dan segera berlayar ke negeri lain; kami mencatat titik berangkatnya. Daftar lengkapnya ada di Film dua zaman.

Cara berkabar dari zaman ke zaman

Cara tokoh saling menghubungi adalah jam paling tepat dalam sebuah film. Di Kartini, gagasan menyeberang lautan lewat surat yang ditulis tangan dan menunggu berbulan-bulan. Di Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, cinta hidup dan mati dalam surat-surat panjang.

Di Dilan 1990, seorang remaja antre di telepon umum dengan segenggam koin untuk menelepon rumah gadis yang disukainya, dan seluruh keluarga si gadis ikut mendengar. Di You've Got Mail, dua orang jatuh hati lewat surel sebelum mengetahui wajah masing-masing. Di Ada Apa dengan Cinta?, sebuah buku puisi yang tertinggal menjadi penghubung.

Di To All the Boys I've Loved Before, surat kertas justru menjadi kejutan di tengah zaman pesan singkat. Dan di Voicemails for Isabelle, pesan suara yang salah alamat membuka seluruh cerita. Tiap alat membentuk kisah cintanya sendiri: makin lambat alatnya, makin panjang penantiannya.

Kendaraan sebagai penanda waktu

Kendaraan juga bercerita. Kereta kuda melintas dalam Bumi Manusia dan Alice in Wonderland. Kapal uap berlayar dalam Jungle Cruise dan roman Hamka. Kereta anjing menembus salju dalam Togo, karena pesawat masa itu kalah oleh badai.

Mobil besar berkilap menandai lima puluhan dalam The Founder dan Tucker: The Man and His Dream, film tentang mobil yang terlalu maju bagi zamannya. Sepeda ontel menandai Belitung dalam Laskar Pelangi. Motor tua menandai Bandung dalam Dilan 1990.

Mobil kuning tua dalam Little Miss Sunshine sudah terasa kuno pada tahun 2006, dan itu bagian dari leluconnya. Lalu, di ujung garis waktu, mobil balap dalam F1 melesat dengan teknologi tahun 2025. Dari kereta kuda ke mobil balap: seluruh sejarah roda ada di satu papan.

Bangku sekolah lintas zaman

Sekolah adalah tempat yang dikenal semua orang, sehingga perubahannya mudah terlihat. Di Kartini, sekolah adalah hak yang diperjuangkan. Di Laskar Pelangi, sekolah berdinding papan dengan sepuluh murid dan seorang guru yang gigih.

Di The Breakfast Club, lima pelajar tahun 1985 menghabiskan hari Sabtu di perpustakaan sebagai hukuman. Di Negeri 5 Menara, para santri akhir delapan puluhan belajar dua bahasa asing dan berpidato di depan kelas. Di Ada Apa dengan Cinta?, majalah dinding adalah media sosial tahun 2002.

Di High School Musical tahun 2006, panggung sekolah menjadi pusat dunia. Di Wonder tahun 2017, pelajaran terpenting adalah kebaikan hati. Dan di Words on Bathroom Walls tahun 2020, sekolah mulai berbicara terbuka tentang kesehatan jiwa. Seabad lebih, dan bel istirahat masih berbunyi.

Lagu sebagai mesin waktu

Lagu memindahkan kita ke masa lain lebih cepat daripada apa pun. Elvis membawa bunyi lima puluhan yang membuat para orang tua cemas. Sing Street dipenuhi lagu pop Inggris pertengahan delapan puluhan dan lagu baru yang ditulis dengan gaya itu. Blinded by the Light bertumpu pada lagu-lagu Bruce Springsteen.

Bebas memutar lagu pop Indonesia pertengahan sembilan puluhan, dan penonton seangkatan biasanya ikut bernyanyi. Mamma Mia! memakai lagu ABBA tahun tujuh puluhan untuk cerita tahun 2008, bukti bahwa lagu bisa melompati zaman.

tick, tick... BOOM! memperdengarkan musik panggung New York tahun 1990. Petualangan Sherina mengabadikan lagu anak Indonesia tahun 2000. Bila Anda memilih perhentian dari musiknya, itu cara yang sah dan menyenangkan.

Masa kini sebagai sejarah masa depan

Seratus sepuluh film di katalog ini berlatar tahun pembuatannya. Pembuatnya merekam dunia di sekitar mereka apa adanya: harga, pakaian, bahasa gaul, dan kecemasan zamannya. Sambil lalu, mereka menulis sejarah.

Ferris Bueller's Day Off dibuat sebagai komedi masa kini pada 1986, dan sekarang ditonton sebagai potret delapan puluhan. Notting Hill kini menjadi kenangan tentang toko buku kecil dan London sebelum pergantian milenium. Janji Joni kini menjadi dokumen tentang bioskop Jakarta pada masa rol film.

Hal yang sama akan terjadi pada Home Sweet Loan dan 1 Kakak 7 Ponakan. Dua puluh tahun lagi, anak-anak kita akan menontonnya dan bertanya, "Dulu harga rumah segitu?" Menonton film masa kini berarti ikut menyaksikan sejarah ketika sedang ditulis.

Satu abad dalam sepekan

Inilah satu rute untuk merasakan seluruh garis waktu dalam tujuh malam. Senin, 1898: Bumi Manusia, dan sediakan waktu tiga jam. Selasa, 1925: Togo. Rabu, 1960: Flipped, film pendek untuk tengah pekan. Kamis, 1985: Sing Street.

Jumat, 1996: Bebas, paling seru ditonton bersama teman lama. Sabtu, 2002: Ada Apa dengan Cinta?. Minggu, 2025: 1 Kakak 7 Ponakan, untuk kembali ke masa kini dengan hati penuh.

Tujuh film itu berdurasi 850 menit, sedikit di atas empat belas jam, dan merentang 127 tahun cerita. Empat di antaranya film Indonesia. Pada akhir pekan, Anda sudah menyaksikan kereta kuda berganti motor, surat berganti ponsel, dan remaja di tiap zaman jatuh cinta dengan cara yang nyaris sama.

Rute untuk pelajar sejarah

Guru dan pelajar bisa memakai garis waktu ini sebagai pendamping buku pelajaran. Untuk masa kolonial, tonton Kartini dan Bumi Manusia berurutan: yang pertama memperlihatkan dunia priayi Jawa, yang kedua memperlihatkan lapisan-lapisan masyarakat Hindia Belanda.

Untuk masa pergerakan dan sesudahnya, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck memberi gambaran tentang adat dan perantauan tahun tiga puluhan, dan Gie tentang pergolakan politik tahun enam puluhan dari mata mahasiswa.

Untuk sejarah dunia, Tesla dan The Founder bercerita tentang lahirnya listrik dan makanan cepat saji. Belfast memperkenalkan konflik Irlandia Utara lewat mata seorang anak. Sesudah tiap film, mintalah murid menyebut tiga benda di layar yang kini sudah langka. Mata mereka akan terlatih membaca zaman.

Rute untuk yang rindu sembilan puluhan

Dasawarsa sembilan puluhan adalah perhentian paling ramai di masa kenangan, dan bagi banyak penonton ia adalah masa kecil atau masa remaja. Mulailah dengan film yang dibuat saat itu: Home Alone 2: Lost in New York untuk suasana liburan dan Jurassic Park untuk rasa takjub yang sama seperti dulu.

Lanjutkan dengan dua komedi romantis penutup dasawarsa, You've Got Mail dan Notting Hill, lalu satu malam tenang bersama Before Sunrise. Kemudian beralih ke film kenangan: Dilan 1990 untuk Bandung dan Bebas untuk Jakarta.

Tujuh film, dan Anda sudah mengunjungi sembilan puluhan dari New York, pulau dinosaurus, London, Wina, Bandung, dan Jakarta. Siapkan camilan zaman itu supaya lengkap.

Menonton bersama kakek dan nenek

Garis waktu ini paling menyenangkan bila ditonton lintas generasi. Ajak kakek dan nenek memilih perhentian masa muda mereka, lalu dengarkan komentarnya. "Dulu sepeda Kakek persis begitu." "Seragam Nenek dulu juga begitu."

Laskar Pelangi cocok bagi yang bersekolah tahun tujuh puluhan. Gie bagi yang kuliah tahun enam puluhan. Mary Poppins, buatan 1964, mungkin pernah mereka tonton ketika masih kecil. Film menjadi pembuka cerita keluarga yang lama tersimpan.

Lalu balikkan arahnya: ajak mereka menonton satu film dari perhentian 2020-an dan jelaskan benda-benda di layar. Kedua belah pihak pulang dengan pengetahuan baru, dan garis waktu keluarga Anda sendiri menjadi sedikit lebih lengkap.

Kisah nyata dan tanggalnya

Dua puluhan film di garis waktu ini diangkat dari peristiwa sungguhan, dan tanggalnya bisa diperiksa. Pengantaran serum ke Nome dalam Togo terjadi pada Januari 1925. Musim bisbol dalam Moneyball adalah musim 2002. Situs dalam The Social Network diluncurkan pada awal 2004.

King Richard mengikuti keluarga Williams pada awal sembilan puluhan, sebelum dua putrinya menjuarai turnamen besar. American Underdog berpuncak pada musim 1999. Fisherman's Friends mengikuti para nelayan yang menandatangani kontrak rekaman pada 2010.

Untuk film semacam ini, cap tahun di poster adalah undangan: sesudah menonton, carilah foto dan berita aslinya. Membandingkan wajah pemeran dengan tokoh sungguhan adalah hiburan tambahan yang gratis.

Bekal kecil sebelum berangkat

Pertama, pilih zaman lebih dulu, film kemudian. "Malam ini ke delapan puluhan" lebih mudah diputuskan daripada memilih satu dari 155 judul.

Kedua, tonton dua film dari perhentian yang sama: satu yang dibuat pada zamannya, satu yang dibuat kemudian sebagai kenangan. Perbedaan keduanya adalah pelajaran kecil tentang ingatan.

Ketiga, mainkan tebak tahun. Tutup cap di poster, tonton sepuluh menit pertama, dan tebak tahunnya dari benda di layar. Keluarga yang kompetitif akan menyukainya.

Keempat, sesekali pergilah sejauh mungkin: ke abad keenam belas, ke abad kesembilan belas, atau keluar dari kalender sama sekali. Pulang dari perjalanan jauh, masa kini selalu terlihat sedikit berbeda.

Mengapa film kenangan terasa hangat

Film yang dibuat puluhan tahun setelah zamannya punya sifat khas: ia mengingat dengan sayang. Pembuat Dilan 1990 memilih motor, jaket, dan kotak telepon dengan teliti, karena tiap benda itu adalah pintu kenangan bagi penonton seangkatan. Pembuat Sing Street memakai masa remajanya sendiri di Dublin.

Kenangan juga menyaring. Yang masuk ke layar biasanya lagu terbaik, mode paling khas, dan sore paling cerah. Kesulitan zamannya tetap ada, seperti krisis ekonomi dalam Sing Street atau ketegangan politik di latar Bebas, tetapi dilihat dari jarak yang membuatnya lebih mudah ditanggung.

Bandingkan dengan film asli zamannya, seperti The Breakfast Club. Di sana delapan puluhan hadir begitu saja, lengkap dengan kecanggungannya. Kedua jenis film itu jujur dengan caranya masing-masing: yang satu jujur tentang masa itu, yang lain jujur tentang rasa rindu.

Mesin waktu untuk penonton kecil

Anak-anak menyukai perjalanan waktu bila tujuannya jelas. Mulailah dari yang paling dekat: Petualangan Sherina, tahun 2000, lalu tunjukkan bahwa ayah dan ibu seumur Sherina waktu itu. Lanjutkan ke Laskar Pelangi, tahun tujuh puluhan, dan ceritakan sekolah kakek.

Sesudah itu melompat lebih jauh: Mary Poppins ke London tahun 1910, Dumbo ke sirkus tahun 1919, dan The Jungle Book ke rimba abad kesembilan belas. Tiap kali, ajukan satu pertanyaan: "Benda apa di rumah kita yang absen dari film itu?"

Akhiri di luar kalender bersama Jumbo atau Charlie and the Chocolate Factory. Anak belajar bahwa dunia pernah berbeda, akan terus berubah, dan bahwa imajinasi boleh pergi ke mana saja.

Natal dari masa ke masa

Film liburan adalah pengukur zaman yang jitu, karena perayaannya tetap sementara dunianya berubah. Dalam Home Alone 2: Lost in New York, tahun 1992, seorang bocah tersesat karena tertukar pesawat, dan orang tuanya mencarinya lewat telepon hotel. Tiga puluh tahun kemudian, Home Sweet Home Alone harus mencari alasan baru mengapa ponsel gagal menolong.

Elf tahun 2003 dan Christmas with the Kranks tahun 2004 memperlihatkan pusat perbelanjaan dan lingkungan perumahan awal milenium. Four Christmases dan This Christmas mewakili akhir 2000-an.

Lalu datang film liburan zaman streaming: Candy Cane Lane, Oh. What. Fun., dan Too Close for Christmas. Hiasannya makin terang, kameranya makin tajam, dan pesannya tetap: pulanglah. Menonton film Natal menurut urutan tahun adalah cara ringan untuk melihat tiga dasawarsa berlalu.

Tebak tahunnya

Cobalah kuis kecil ini. Sebutkan judul, dan tebak tahun ceritanya sebelum melihat cap. Flipped: dibuat tahun 2010, tetapi berlatar sekitar 1960. Christopher Robin: dibuat 2018, berlatar akhir empat puluhan. Hugo: dibuat 2011, berlatar 1931.

Dog Gone: dibuat 2023, tetapi peristiwanya terjadi tahun 1998, dan itulah sebabnya pencarian dilakukan dengan selebaran dan telepon rumah. Home Team: dibuat 2022, berlatar 2012. Tucker: The Man and His Dream: film tahun 1988 tentang akhir empat puluhan, sebuah film lama tentang masa yang lebih lama lagi.

Yang paling sering mengecoh adalah Mary Poppins. Banyak orang mengira ia berlatar tahun pembuatannya, 1964, padahal ceritanya berlangsung lebih dari setengah abad sebelumnya, pada 1910.

Bagaimana dengan masa depan

Garis waktu ini berhenti di tahun 2026, tetapi dua film mengintip ke depan. Star Trek Beyond berlangsung berabad-abad dari sekarang dan karena itu ditaruh di luar kalender. Sore: Istri Dari Masa Depan menghadirkan tamu dari masa depan ke kehidupan masa kini.

Film perjalanan waktu lain di katalog ini bermain di dalam satu hari atau satu umur: Groundhog Day mengulang tanggal yang sama, 17 Again dan Big menggeser usia tokohnya, dan Sweet 20 mengembalikan seorang nenek ke umur dua puluh. Semuanya ditaruh menurut tahun dunianya, karena yang berubah adalah tokohnya, sedangkan kalendernya tetap.

Film-film itu mengajukan pertanyaan yang sama dengan mesin waktu kita: andai bisa memilih, ke masa mana Anda pergi? Dan hampir semuanya tiba pada jawaban yang sama: masa kini, dengan mata yang lebih terbuka.

Kota yang sama pada zaman berbeda

Garis waktu memungkinkan satu permainan yang mengasyikkan: mengunjungi kota yang sama pada beberapa masa. London adalah contoh terbaik. Tahun 1910 dalam Mary Poppins, dengan cerobong asap dan penyapu jelaga. Tahun 1935 dalam Mary Poppins Returns, dengan lampu gas dan antrean di bank. Akhir empat puluhan dalam Christopher Robin, dengan kantor yang kelabu sesudah perang.

Lalu London tahun 1999 dalam Notting Hill, dengan pasar jalanan dan toko buku perjalanan. London tahun 2014 dalam Paddington, ramah dan berwarna. Dan London tahun 2024 dalam Upgraded, dengan galeri seni dan balai lelang. Enam film, satu kota, lebih dari seabad.

Jakarta bisa dijelajahi dengan cara serupa: tahun enam puluhan dalam Gie, tahun 1996 dalam Bebas, tahun 2002 dalam Ada Apa dengan Cinta?, tahun 2016 dalam Cek Toko Sebelah, dan tahun 2024 dalam Home Sweet Loan. Gedungnya bertambah tinggi, jalannya bertambah padat, dan warung di sudutnya tetap ada.

New York pun demikian: tahun 1990 dalam tick, tick... BOOM!, tahun 1992 dalam Home Alone 2: Lost in New York, tahun 1998 dalam You've Got Mail, dan tahun 2003 dalam Elf. Sebuah kota adalah tokoh yang menua di depan kamera.

Busana sebagai penunjuk zaman

Sebelum satu kata diucapkan, pakaian sudah memberi tahu tahunnya. Kebaya dan kain batik para putri bupati dalam Kartini. Jas tutup dan blangkon di samping gaun Eropa dalam Bumi Manusia. Setelan wol, topi, dan sarung tangan dalam Mary Poppins.

Rok lebar dan rambut berminyak menandai lima puluhan dalam Elvis. Celana cutbrai dan kemeja kerah lebar menandai tujuh puluhan. Jaket berbahu lebar dan rambut mengembang menandai delapan puluhan dalam The Breakfast Club dan Sing Street. Kemeja flanel dan celana longgar menandai sembilan puluhan.

Seragam sekolah Indonesia adalah penanda yang lebih halus. Putih abu-abu dalam Dilan 1990, Bebas, dan Ada Apa dengan Cinta? tampak serupa sekilas, tetapi potongan rok, panjang kaus kaki, dan gaya rambutnya berbeda di tiap dasawarsa. Penata busana film kenangan bekerja seperti sejarawan dengan jarum dan benang.

Usia film dan usia cerita

Ada dua cara sebuah film menjadi tua. Yang pertama, ceritanya berlatar masa lampau. Yang kedua, filmnya sendiri dibuat lama berselang. Keduanya bertemu pada Mary Poppins: film tertua di katalog, buatan 1964, tentang tahun 1910. Menontonnya hari ini berarti melihat masa lalu melalui kacamata masa lalu yang lain.

Tucker: The Man and His Dream adalah contoh kedua: film tahun 1988 tentang akhir empat puluhan. Cara delapan puluhan membayangkan empat puluhan, dengan warna cerah dan musik riang, kini ikut menjadi bagian dari pesonanya.

Sebaliknya, Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 adalah film muda tentang masa yang sangat tua, dengan efek visual tahun 2018 untuk dunia abad keenam belas. Dan Jurassic Park, buatan 1993, berlatar zamannya sendiri sambil menghidupkan makhluk berusia jutaan tahun.

Itulah sebabnya halaman film mencantumkan tahun pembuatan, sementara cap di poster mencantumkan tahun cerita. Dengan dua angka itu, Anda tahu seberapa jauh ceritanya dan seberapa lama filmnya sudah menempuh waktu untuk sampai kepada Anda.

Lima langkah untuk kunjungan pertama

Langkah pertama: lihat garis waktu di beranda dan pilih satu titik zaman. Langkah kedua: tekan titik itu. Baris posternya terbuka, dengan film paling dikenal di depan.

Langkah ketiga: baca cap tahun di sudut poster dan bintang ratingnya, lalu tekan film yang menarik. Langkah keempat: baca sinopsis dan lihat pemerannya. Langkah kelima: pilih negara Anda dan tekan Tonton sekarang untuk melihat layanan yang menayangkannya secara resmi.

Seluruh proses memakan waktu sekitar dua menit. Uraian tiap langkah, lengkap dengan saran film pembuka dari tiap masa, ada di Mulai di DutaMovie.

Yang dijaga DutaMovie

Tiap film punya tepat satu perhentian, sehingga tiga belas rak itu bersih dari tumpang-tindih dan jumlahnya selalu 155. Tahun cerita ditentukan dengan aturan yang sama untuk semua film, dan tahun perkiraan selalu diberi tanda. Angka di halaman ini dihitung dari katalog itu sendiri.

Sinopsis ditulis dalam bahasa Indonesia yang wajar. Rating adalah rata-rata penilaian penonton dan ditampilkan apa adanya, yang tinggi maupun yang rendah. Tombol Tonton sekarang selalu mengarah ke halaman pencarian layanan resmi.

Dan garis waktu ini akan tetap sederhana: satu garis, tiga belas titik, satu cap per film.

Pertanyaan yang sering diajukan

Jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering datang ada di bawah ini. Versi panjangnya ada di halaman Tanya jawab.

Selamat menempuh waktu

Sebuah film adalah mesin waktu termurah yang pernah dibuat. Dalam dua jam ia mengantar Anda ke Jepara tahun 1895, ke Alaska tahun 1925, ke Belitung tahun tujuh puluhan, ke Bandung tahun 1990, lalu memulangkan Anda tepat waktu untuk tidur.

Pilih satu titik di garis waktu malam ini. Besok pilih titik lain. Dalam tiga belas malam Anda sudah menempuh lebih dari empat abad, dan masih tersisa 142 film untuk perjalanan berikutnya. Selamat berangkat, dan selamat menonton.

Pertanyaan

Apa itu DutaMovie?

DutaMovie adalah panduan film berbahasa Indonesia yang menyusun 155 film menurut zaman ceritanya. Ada tiga belas perhentian pada satu garis waktu, dari sebelum tahun 1900 sampai tahun 2020-an, ditambah satu rak di luar kalender.

Apa beda tahun cerita dan tahun buat?

Tahun buat adalah tahun film dirilis. Tahun cerita adalah tahun ketika peristiwanya berlangsung. Pada 110 film keduanya sama, dan pada 39 film ceritanya berlatar masa yang lebih awal.

Di mana saya bisa menonton filmnya?

Buka halaman film, pilih negara Anda di bagian Tempat menonton, lalu tekan Tonton sekarang. Halaman judul itu terbuka di JustWatch dengan daftar layanan resmi yang menyediakannya.

Film mana yang ceritanya paling lampau?

Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, berlatar Nusantara abad keenam belas. Sesudahnya ada enam film berlatar abad kesembilan belas, termasuk Kartini dan Bumi Manusia.

Zaman mana yang ratingnya paling tinggi?

Tahun 2020-an di Indonesia dengan rata-rata 7,53, disusul 1950 sampai 1979 dengan 7,34 dan delapan puluhan dengan 7,33.

Apa arti tanda ± pada cap tahun?

Tanda itu berarti film berlatar masa lalu dan tahunnya merupakan perkiraan redaksi atas masa yang paling lama mengisi layar. Cap dengan angka biasa berarti film berlatar tahun pembuatannya.

Apa itu rak di luar kalender?

Rak itu memuat enam film yang berlangsung di dunia rekaan atau masa depan jauh, seperti The Hobbit, Star Trek Beyond, dan Jumbo. Capnya berupa lambang ∞.

Bisakah DutaMovie dibuka di ponsel?

Bisa. Garis waktu tersusun tiga kolom, poster tampil dua kolom, dan menu ringkas terbuka dari tombol di sudut atas.

Bagaimana cara menyimpan film?

Tekan tombol Daftar Saya di halaman film. Daftar tersimpan di peramban Anda dan bisa dibuka kapan saja dari menu atas.

Bagaimana film yang berlangsung di dua zaman ditempatkan?

Menurut masa yang paling lama mengisi layar. Bebas masuk sembilan puluhan, A Beautiful Mind masuk lima puluhan, dan Lion masuk tahun rilisnya karena pencariannya memakai teknologi masa kini.